Monday, September 20, 2010

SKMM probing 503 websites for offences

JULAU (Sarawak): The Malaysian Communications and Multimedia Commission (SKMM) is no slacker in taking action against those who abuse the Internet, Information, Communications and Culture Minister Datuk Seri Dr Rais Yatim said.

"We have taken action, are taking action and will take action against offenders. But we need to be very cautious because the cyberworld is very complicated," he told the media after launching the second "Kampung WiFi" network at Rh Guntol, Nanga Bekiok, in Merurun here.

"What the public does not know is that there are many things which we do confidentially ... that we do not air out. But SKMM has done its job well."

Rais said that for instance 13 cases had been forwarded to the Attorney-General's chambers, of which six had been made known to the public.

These involved belittling the Yang di-Pertuan Agong and the sultans of Perak and Johor, despising other religions, instigations, spreading lies, phishing, and making sensitive racial sentiments.

"It is for the Attorney-General's chambers to make the final decision," he said.

He said some 503 websites are being looked at by the SKMM for various offences.

Efforts are being made to improve enforcement units in terms of acquiring more computer forensics experts, training and relevant equipment.

Rais said Sarawak has a bright future in communications development and that in about two years from now, it will have one of the fastest and best systems in place.

"Beginning this year, we are going to build 203 communications towers statewide," he said.

"In addition to that, the rural areas will get special attention from my ministry, specifically in improving TV and radio transmissions with the assistance of Astro, RTM and the local authorities," he said.

He said his ministry has requested for telcos, including Telekom Malaysia, Celcom, U-Mobile and Maxis, to postpone their intention to take back 161 towers that they built statewide.

He said the towers, with the 203 that the Government was building, would help push the state's broadband penetration to 37.9% by the end of the year, from the current 26%.

"Nationwide, we are very confident of achieving the 50% penetration level by the end of this year," he said. - Bernama

sumber: http://techcentral.my/news/story.aspx?file=/2010/9/20/it_news/20100920093608&sec=it_news

Tuesday, September 14, 2010

Hari Malaysia

Selamat menyambut Hari Malaysia

Kenal mereka? Gambar diambil pada 17 September 1963 di Bangunan Kedutaan Indonesia, Jalan Ampang.

Monday, September 13, 2010

British teenager banned from America for life after sending Barack Obama abusive email

A British teenager has been banned from America for life for sending Barack Obama an abusive email, in which he calls the President a p***k.

Luke Angel, 17, insulted Mr Obama while drunk after watching a programme about the 9/11 attacks on the U.S.

Angel was reprimanded by police on both sides of the Atlantic after firing off the message to the White House.

Read more: http://www.dailymail.co.uk/news/article-1311701/Brit-17-banned-America-sending-Barack-Obama-abusive-e-mail.html#ixzz0zT0wzXkh

Komen: kalau Malaysia ambil tindakan serupa, satu dunia heboh kita tidak mengamalkan kebebasan bersuara. Ramai juga yg dihalang tinggal di Malaysia kalau diteliti kandungan banyak laman blog dan laman sosial.

Cuti Raya

Yang menghidupkan sekolah adalah murid-murid dan guru-gurunya. Waktu cuti sebegini, sekolah sunyi sepi seperti kota yang telah ditinggalkan.

Sunday, September 12, 2010

Banyak Indon mati di tangan Indon

Kekerasan di HKBP Ciketing Bekasi
Pdt Sihombing Ditusuk di Perut Kanan

BEKASI, KOMPAS.com Tindak kekerasan terhadap kebebasan beragama di Indonesia kembali terjadi. Minggu pagi ini sekitar pukul 09.00, dua pendeta di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ciketing, Bekasi, dipukuli dan ditusuk.

Informasi ini dibenarkan oleh petugas jaga Kepolisian Resor Bekasi Aiptu Daimun yang dihubungi Kompas.com. "Benar, laporannya begitu. Kejadiannya sekitar pukul 09.00, sekarang petugas sedang di TKP semua. Saya belum mendapat informasi lanjutan. Polda juga terus telepon tanya-tanya ke sini," kata Daimun.

Daimun menjelaskan, lokasi kejadian berada di HKBP Ciketing, Jalan Ciketing Asem RT 03/RW 06, Mustika Jaya, Mustika Sari, Bekasi. "Itu tempatnya sama dengan yang ribut-ribut dulu," kata Daimun.

Sementara itu, Pdt Leonard Nababan, gembala sidang di HKBP Bekasi yang dihubungi Kompas.com, memaparkan bahwa korban penusukan bernama Pdt ST Sihombing. Menurut Nababan, Sihombing sedang berjalan kaki menuju gereja, sekitar pukul 08.30. Saat itu penusukan terjadi. Pelaku menggunakan sepeda motor dan langsung melarikan diri setelah menusuk.

Informasi pertama mengenai tindakan kekerasan ini pertama kali beredar luas di jajaring Twitter. Disebutkan, Pdt Luspida Simandjuntak dipukuli dan satu pendeta lain (Pdt ST Sihombing) ditusuk benda tajam menjelang ibadah. Disebutkan juga, salah satu pendeta saat ini dilarikan ke rumah sakit Mitra Keluarga Bekasi karena kritis akibat pendarahan.

sumber: kompas.com


Tuesday, July 21, 2009

Ejaan Baru

Semalam saya masuk ke kelas T6 Atas. Kebetulan seorang pelajar sedang membuat persembahan sejarah, tentang kebangkitan nasionalism di Myanmar. Saya cuba memahami apa yang tercatat pada kertas mahjong yang dipaparkan. Hanya beberapa perkataan yang jelas maksudnya, yang lain-lain (kira-kira 95%) semua dieja dengan ejaan yang asing, ejaan SMS!. Saya cuma berharap kebiasaan ini tidak terbawa-bawa ke dalam peperiksaan STPM nanti. Kalau mereka menulis esei dengan ejaan sebegini, mahu dapat sifar markah. Dalam pembentangan juga ada menyebut nama Aung San. Saya tanya seorang pelajar, adakah Aung San ini ada kaitan kekeluargaan dengan Aung San Suu Kyi, penerima anugerah Keamanan Nobel, pejuang pro-demokrasi dan ketua pembangkang Myanmar sekarang. Oleh kerana mereka tak pasti, saya minta mereka cari maklumat tersebut dan saya janji akan tanya balik esok. (Di bawah, maklumat yang diperolehi di Wikipedia)

Aung San
(13 February 1915 – 19 July 1947) was a Burmese revolutionary, nationalist, and founder of the modern Burmese army, the Tatmadaw.
He was instrumental in bringing about Burma's independence from British colonial rule, but was assassinated six months before its final achievement. He is recognized as the leading architect of independence, and the founder of the Union of Burma. Affectionately known as "Bogyoke" (General), Aung San is still widely admired by the Burmese people, and his name is still invoked in Burmese politics to this day.
Aung San was the father of Nobel Peace laureate and opposition leader Aung San Suu Kyi, who has been under house arrest for the past 19 years.

Ponteng Sekolah

Jika 40 tahun dulu, pelajar tidak hadir ke sekolah kerana kemiskinan, tak ada duit tambang bas, tak ada kasut, sekolah jauh dan bermacam sebab yang semuanya berkaitan dengan kemiskinan dan kemunduran. Kini masalah ponteng masih wujud (sekurang-kurangnya di tempat saya bertugas). Rumah dekat, emak bapak senang, motosikal ada, bas ada, macam-macam bantuan ada, tapi masih juga ramai pelajar yang ponteng. Ada seorang ibu menelefon guru, minta datang ke rumah kerana anaknya tak nak pergi sekolah. Kalau cakap ibu pun dah tak nak dengar, cakap sapa lagi. Kalau dulu ponteng sekolah duduk bawah jambatan, dalam belukar, supermarket tapi kini ponteng sekolah senang-senang tengok tv di rumah, berlengkar atas katil, emak bapak makan hati, takut nak tegur, takut anak melawan, takut anak lari.